Oleh: Richard E. G. A. Angkuw
Pemerhati Kebijakan Publik

Indonesia tengah berada pada momentum penting dalam menentukan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan fondasi pembangunan yang kuat, terintegrasi, dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa.

Melalui gagasan bertajuk "Pokok-Pokok Pikiran Indonesia Baru 2029: Fondasi Emas", Richard E. G. A. Angkuw menawarkan strategi pembangunan yang mencakup lima pilar utama, yakni ekonomi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, pengelolaan sumber daya alam, serta pembangunan sumber daya manusia. Kelima pilar tersebut dipandang saling berkaitan dalam membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan sejahtera.

Pilar Ekonomi: Bertransformasi dari Konsumsi ke Produksi

Pada sektor ekonomi, Richard menilai Indonesia perlu memperkuat basis produksi dan inovasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di atas enam persen sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Menurutnya, langkah tersebut dapat ditempuh melalui reindustrialisasi berbasis hilirisasi, tidak hanya pada sektor pertambangan, tetapi juga di bidang pertanian dan kelautan. Pembangunan kawasan industri hijau yang memanfaatkan energi terbarukan juga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain itu, digitalisasi terhadap 30 juta UMKM dipandang sebagai strategi memperkuat ekonomi nasional melalui akses pembiayaan yang lebih luas dan pengembangan ekosistem perdagangan digital yang terintegrasi dengan sistem logistik nasional.

Richard juga menilai pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau, termasuk pemanfaatan potensi maritim serta penerapan insentif bagi industri rendah emisi, menjadi bagian dari transformasi ekonomi Indonesia ke depan.

Pilar Ketahanan Pangan: Membangun Kedaulatan Nasional