BOGOR, DINAMIKA NEWS – Polemik yang menyeret nama Kepala Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor, Alma Wiranta, memasuki babak baru. Setelah sejumlah narasi negatif mengenai dirinya beredar luas melalui grup WhatsApp dan media sosial, Alma memilih tidak meladeni polemik tersebut melalui perang opini.
Ia justru menyiapkan langkah hukum dengan mengumpulkan berbagai materi rilis, unggahan, serta informasi yang dinilai telah menyerang kehormatan dan reputasinya.
Alma menyebut informasi tersebut antara lain disebarluaskan kepada sejumlah pihak, mulai dari lingkungan eksekutif dan legislatif Kota Bogor hingga kalangan masyarakat dan media.
Menurut Alma, informasi yang beredar bersumber dari keterangan sepihak seorang perempuan berinisial Irawati, yang disebut pernah bekerja sekitar tiga pekan di Bagian Hukum dan HAM Setda Kota Bogor.
Ia mengatakan persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi polemik setelah muncul berbagai narasi yang menurutnya tendensius dan menyerang dirinya secara pribadi.
“Yang beredar itu pencemaran nama baik saya. Polanya jelas, membuat narasi negatif, kemudian diviralkan. Setelah itu ada yang menghubungi untuk berdamai agar tidak sampai ke institusi saya di Kejaksaan Agung,” ujar Alma.
Dari rangkaian kejadian tersebut, Alma mengaku mencium adanya motif lain. Ia menduga penyebaran narasi negatif tersebut bukan sekadar persoalan pemberitaan atau permintaan klarifikasi, tetapi berpotensi mengarah pada praktik pemerasan.
“Saya duga ini upaya praktik pemerasan profesional,” tegasnya.
Alma menegaskan dirinya tidak akan memenuhi permintaan atau tekanan dari pihak mana pun yang menurutnya menggunakan pemberitaan negatif sebagai instrumen untuk mendapatkan keuntungan tertentu.