Jakarta - Yayasan Doa Yatim kembali menggelar agenda rutin tahunan "Yatim Ceria" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anak binaan.
Acara tersebut dirancang sebagai media belajar, rekreasi, dan motivasi agar anak-anak mengenal sejarah bangsa. Rombongan diajak berkeliling sejumlah wahana bermain dengan fokus kunjungan ke Museum Keprajuritan Indonesia.
Di museum tersebut, anak-anak diperkenalkan pada kisah perjuangan para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia. Pembina yatim Yayasan Doa Yatim, Abi Rahmat, mengatakan kegiatan ini menggabungkan hiburan dengan edukasi.
"Kita memperkenalkan pahlawan-pahlawan kemerdekaan RI. Harapan kami adik-adik akan termotivasi menumbuhkan dan membakar semangat nasionalisme, belajar lebih mandiri, mensyukuri keberadaan, dan belajar lebih giat dalam mengisi kemerdekaan," ujar Abi Rahmat.
Menurut Abi Rahmat, mengenal sejarah bukan hanya soal hafalan nama dan tanggal. Anak-anak diharapkan dapat meneladani nilai perjuangan, keberanian, dan pengorbanan para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Yayasan Doa Yatim, Anggara Aditya, menegaskan agenda ini merupakan bentuk perhatian yayasan agar anak-anak binaan tidak hanya tercukupi kebutuhannya, tetapi juga mendapat ruang tumbuh secara mental dan wawasan.
"Kegiatan ini untuk memotivasi anak-anak yatim agar giat dan semangat belajar," kata Anggara Aditya.
Anggara menambahkan, kegiatan "Jalan Bersama Yatim Ceria" merupakan program rutin yang telah berjalan selama 2 tahun. Program ini sejalan dengan visi misi yayasan dalam menjadikan anak yatim mandiri, sukses, dan ceria, khususnya dalam momentum 10 Muharram.
"Insyaallah acara ini akan terus berjalan dengan tujuan membahagiakan anak-anak yatim binaan kita, sekaligus mengembangkan kemandirian dan kepedulian terhadap sesama sejak dini. Di lokasi kami juga mengadakan beberapa games berkelompok yang melatih mereka memiliki tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan," ungkap Anggara Aditya.