DEPOK – Ratusan warga memadati kawasan Makam Keramat Burung di Kampung Pitara, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah.
Mereka menghadiri kegiatan Haul Akbar untuk para ahli kubur yang digelar oleh pengurus Makam Keramat Burung sebagai bentuk doa bersama bagi keluarga dan kerabat yang telah wafat.
Ketua Pengurus Makam Keramat Burung, Saud Idris, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari gagasannya untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menggelar haul bagi orang tua atau anggota keluarga yang telah meninggal, namun memiliki keterbatasan biaya jika dilaksanakan secara mandiri di rumah.
Yayasan Doa Yatim Ajak Puluhan Anak Binaan Kunjungi Museum Keprajuritan Indonesia di TMII
"Saya punya ide dan inisiatif untuk membuat haul di makam setiap tahunnya. Jadi keseluruhan ahli kubur yang ada di Keramat Burung saya haulin, sehingga keluarga ahli waris yang tidak mampu ingin menghaul orang tuanya atau anaknya, sehingga kita bingkai semua," ujar Saud Idris.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut seluruh ahli kubur yang dimakamkan di kawasan Keramat Burung dapat didoakan bersama dalam satu majelis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.
Sementara itu, Ustadz Nurdin mengapresiasi terselenggaranya Haul Akbar tersebut. Ia menilai kegiatan itu menjadi sarana untuk menjaga kepedulian terhadap keluarga, tokoh masyarakat, dan para ulama yang telah wafat.
"Paling tidak majelis haul ini jadi sebuah momentum, hikmah, membangun semangat bahwa kita ini pun akan memiliki kepedulian, dan mempererat silaturahmi antarwarga, bukan cuma ketika masih hidupnya, tapi ketika wafatnya pun kita masih punya kepedulian terhadap tokoh, ulama, dan juga orang tua kita," jelasnya.
Kegiatan perdana ini juga dihadiri Lurah Rangkapan Jaya, Agus Riyan Herdina. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga dan pengurus makam yang berhasil menghadirkan kegiatan bernilai keagamaan dan sosial.
Menurut Agus, Haul Akbar tidak hanya menjadi sarana mendoakan para ahli kubur, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan ukhuwah islamiyah antarwarga, khususnya masyarakat RW 06, RW 07, dan RW 19.