JAKARTA, wwb.co.id — Ustaz Maulana memaparkan pandangan mengenai waktu terbaik untuk tidur dan mandi menurut tuntunan Islam dalam sebuah podcast. Ia menilai pengaturan waktu istirahat dan kebersihan diri bukan sekadar rutinitas, tetapi berkaitan dengan kesehatan, kondisi mental, serta keberkahan hidup.

Waktu Tidur yang Dianjurkan dan Dihindari

Menurutnya, tidak semua waktu baik untuk tidur. Beberapa waktu bahkan dianjurkan untuk dihindari karena dinilai berdampak kurang baik bagi tubuh maupun kehidupan sehari-hari.

Tidur setelah Subuh, misalnya, disebut tidak dianjurkan karena dapat menghambat aktivitas dan rezeki. Sementara tidur siang singkat atau kaylulah sekitar pukul 10.00–11.00 dinilai sebagai istirahat berkualitas yang cukup dilakukan sekitar 15 menit.

Adapun tidur setelah Zuhur dikaitkan dengan peningkatan berat badan, tidur setelah Ashar dianggap dapat membuat pikiran linglung, dan tidur setelah Maghrib dipercaya berpotensi menimbulkan penyesalan. Waktu tidur terbaik disebut berada setelah Isya karena memberikan pemulihan tubuh yang optimal.

Waktu Mandi dan Dampaknya bagi Tubuh

Selain tidur, Ustaz Maulana juga menyoroti waktu mandi. Ia menyebut mandi sebelum tahajud atau sebelum Subuh sebagai waktu paling utama karena berkaitan dengan kebersihan dan ibadah.

Mandi setelah Subuh hingga sekitar pukul 10.00 dinilai menyegarkan tubuh untuk memulai aktivitas. Sementara mandi pada rentang pukul 10.00 hingga 15.00 disebut berpotensi memicu sakit kepala.

Mandi sore antara Ashar hingga Maghrib dinilai dapat mempercepat metabolisme tubuh, sedangkan mandi saat Maghrib dipercaya kurang baik bagi saraf. Ia juga menyebut mandi sesudah Isya sebaiknya dihindari karena berpotensi berdampak pada kesehatan tulang.