DINAMIKA NEWS – Upaya memperkuat sinergisitas antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat terus digencarkan di Kota Bogor. Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB) melakukan kunjungan silaturahmi ke Mapolresta Bogor Kota sebagai bentuk komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pertemuan yang berlangsung di ruang Vikon Mapolresta Bogor Kota pada Kamis (16/4/2026) tersebut dihadiri berbagai organisasi masyarakat. Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menyambut hangat kehadiran para perwakilan ormas dan mengapresiasi peran aktif mereka dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kontribusi aktif ormas dalam menjaga ketertiban Kota selama ini sangat baik dan efektif,” ujar Rio.
Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, Kapolresta menegaskan komitmennya untuk menangani setiap persoalan di Kota Bogor secara transparan dan responsif. Bahkan, sebagai bentuk keseriusan, ia membagikan nomor ponsel pribadinya kepada jajaran ormas hingga tingkat ranting agar laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat.
“Semua permasalahan sudah disampaikan, ada yang sudah kami laksanakan dan ada yang belum. Saya membagikan nomor HP pribadi agar masyarakat bisa langsung melapor. Dengan begitu, saya bisa langsung menekan anggota untuk melakukan mitigasi di lapangan,” jelasnya.
Rio juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui kegiatan siskamling dan penerapan wajib lapor tamu 1x24 jam di tingkat RT/RW sebagai langkah preventif menjaga keamanan lingkungan.
Menanggapi maraknya peredaran minuman keras (miras) dan obat-obatan terlarang seperti Tramadol, Kapolresta menegaskan tidak akan memberi ruang bagi pelaku. Ia bahkan mendorong masyarakat untuk berperan aktif membantu aparat.
“Ayo sama-sama kita tuntaskan Tramadol dan miras. Warga boleh melakukan tangkap tangan terhadap pelaku, lalu serahkan ke polisi. Jika menemukan lokasi peredarannya, silakan lapor langsung ke saya,” tegasnya.
Tak hanya itu, Rio juga menyoroti keresahan masyarakat terhadap praktik debt collector atau “mata elang” yang kerap memicu konflik di lapangan. Ia memastikan akan mengambil tindakan tegas terhadap praktik tersebut.