BOGOR, wwb.co.id - Polresta Bogor Kota membuka diri untuk sinergi dengan elemen masyarakat, termasuk Forum Ormas Bogor Bersatu (FOBB). Pertemuan silaturahmi di Mapolresta Bogor Kota bertujuan memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, mengapresiasi kontribusi aktif ormas. Ia menegaskan komitmen penanganan masalah Kota Bogor secara transparan. Rio juga membagikan nomor ponsel pribadi untuk memudahkan pelaporan masyarakat dan ormas.
“Semua permasalahan di Kota Bogor sudah disampaikan, ada yang sudah kami laksanakan dan ada yang belum. Saya membagikan nomor HP pribadi saya agar masyarakat dan seluruh anggota ormas bisa melapor langsung jika ada masalah,” ujar Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro.
Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengajak ormas menggiatkan kembali gotong royong melalui siskamling dan wajib lapor tamu 1x24 jam.
Menanggapi keluhan peredaran minuman keras (miras) dan obat terlarang, Kapolresta menyatakan perang terhadap pelaku. Ormas diminta menjadi mata dan telinga kepolisian di lapangan.
“Ayo sama-sama kita tuntaskan terkait Tramadol dan miras. Saya membolehkan warga untuk melakukan tangkap tangan bagi terduga pelaku peredaran miras maupun obat terlarang, lalu segera serahkan kepada polisi,” tegasnya.
Terkait debt collector yang meresahkan, Kombes Pol Rio memastikan akan bertindak tegas. Ia juga mengungkap telah memecat tiga oknum polisi yang terbukti nakal selama masa kepemimpinannya.
“Apapun terkait masalah polisi yang nakal atau pungli, silakan foto dan video, kirim ke saya. Pasti akan saya tindak. Itu perintah dari saya,” tambah Kombes Pol Rio.
Polresta Bogor Kota merencanakan apel besar melibatkan TNI, Polri, Pemkot Bogor, dan seluruh ormas sebagai deklarasi damai aktivitas masyarakat tanpa gangguan.