KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apria pastikan tidak terjadi stak (tumpukan) lalu lintas tetap berjalan dalam pemberlakuan SSA pada pagi hari dengan melihat kondisi kepadatan yang terjadi di Jalan Juanda.
“Kami siagakan 124 personil. Kenapa ini perlu banyak, karena kami rasa masyarakat perlu penyesuaian. Ini adalah kali pertama, dan tadi dibeberapa titik terjadi kepadatan,” ungkap Galih di Mako Polresta Bogor Kota, Rabu (10/05/23).
Volume di Jalan, kata dia, saat ini memang meningkat, sementara jalur yang dilintasi itu tadinya satu arah sekarang sudah dibagi dua arah.
“Tadi kami sempat laksanakan diskresi lalulintas dalam hal ini diberlakukan kembali satu arah, pada pukul 08 : 00 WIB mencair, baru kami berlakukan kembali dua arah,” tuturnya.
Dalam hal ini, Galih menilai kepadatan tersebut imbas dari revitalisasi Jembatan Oto Iskandar Muda (Otista), oleh Pemerintah Bogor yang rencananya hingga 7 setengah bulan kedelapan. “Kami akan berjibaku bersama teman-teman di Dinas Perhubungan dan Satpol PP mengurai lalulintas,” imbuhnya.
Hal ini, lanjut Galih, juga derasnya masukkan dari masyarakat mengenai diberlakukan kembali dua arah. “Mudah-mudahan kami kedepannya kami terus melakukan pengaturan. Ini juga menjadikan tolak ukur kami untuk besok, karena besok pagi kami akan melakukan satu arah, sehingga masyarakat yang mau sekolah dan masyarakat kota bogor yang mau bekerja bisa lancar,” kata Galih.
Menurutnya, sempat ada pengalihan titik yang kemarin fokus diluar atau pinggiran kota bogor, seperti di Eka Lokasari dan Jambu dua sekarang fokus di pusat kota.
“Namun sekarang kita beralih ke wilayah pusat, seperti di BTM, Sudirman Denpom, Amaris dan Taman Kencana. Sempur, Salak, artinya ada pergeseran lokasi kepadaan volume kendaraan,” ujarnya.
Ia mengaku bakal terus memantau dan melakukan pengaturan lalin selama sepekan ke depan, terutama pada saat pagi hari guna memastikan tidak terjadi kepadatan.