KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Bank sampah induk dan bank sampah unit ikuti pemaparan program tentang sampah plastik smart city dari lembaga Word Wide Fund for Nature (WWF) dan Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) yang bertempat di Bank Sampah Rumah Lestari, Kampung Rancamaya, Kelurahan, Bogor selatan, Kota Bogor.

Ketua Asobsi Darga Sulton mengatakan, kegiatan tersebut rutin di adakan dam satu bulanan Asobsi untuk menyampaikan program tentang plastik smart city yang di gagas oleh lembaga WWF Kota Bogor.

“Program ini dengan tujuan mengurangi sampah plastik, dan bisa mendampingi kami bank sampah, dalam hal mungkin bisa memenuhi kegiatan sarana prasarana ataupun edukasi yang ada di bank sampah itu. Dan insyaallah mereka bisa support,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (26/11/22).

Ia menyampaikan, kegiatan tersebut di hadiri oleh perwakilan dari beberapa bank sampah yang ada di Kota Bogor yang tergabung dalam Asobsi.

“Total 29 bank sampah yang ada di Kota Bogor yang tergabung dalam asosiasi bank sampah Indonesia (Asobsi). Untuk program plastik smart city WWF baru pertama kali di Kota Bogor,” ucapnya.

Menurut dia, perihal Bogor tanpa plastik (Botak) yang di gagas oleh Wali Kota Bogor Bima Arya, pihaknya sangat mengapresiasi dengan program itu dalam mengurangi sampah plastik di Kota Bogor.

“Kami dari asosiasi ataupun dari bank sampah hanya baru bisa mengurangi, jadi kalo untuk menghilangkan total kami belum bisa. Tapi kalo untuk mengurangi kami coba bantu, karena setidaknya disitu ada edukasi juga, sebelum menghilangkan kita mencoba untuk mengurangi dulu mencegah dulu, seperti itu lah strategi kami,” ungkapnya.

“Jadi timbunan sampah khusus nya sampah multiplayer. Multiplayer itu di bank sampah belum bisa mengelolanya atau belum bisa mengumpulkannya, kerena memang pengepul atau penampung itu sedikit sekali yang menerima itu, jadi masih terbuang,” sambungnya.

Masih kata Darga, kedepannya tentang program plastik smart city ia berharap bisa berjalan dengan lancar. Tujuannya kata dia, untuk mengedukasi kepada masyarakat bagaimana cara memilih sampah. Maka kalau masyarakat sudah teredukasi, minimal mereka mau memilah, mana sampah plastik, mana sampah logam, mana sampah organik.