KAIRO, wwb.co.id – Memenuhi undangan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, delegasi Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) tiba di Kairo, Mesir, Rabu malam, dan langsung menggelar pertemuan resmi pada Kamis (26/2/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta penelitian di bidang pertahanan. Rombongan dipimpin Prof. Surachman Suriaatmaja, didampingi Alma Wiranta—mahasiswa program doktoral—serta sejumlah mahasiswa magister. Sesuai agenda, penelitian dan pengabdian masyarakat akan dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Universitas Al-Azhar dan Sekolah Indonesia Kairo (SIK), dengan fokus pada penguatan wawasan bela negara, pendidikan, dan hukum tata negara.

Dalam kunjungan ke KBRI Kairo, Alma Wiranta melakukan silaturahmi sekaligus melaporkan kedatangan delegasi kepada Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, Abdul Muta'ali, Ph.D.

Diskusi berlangsung progresif dan strategis. Salah satu fokus pembahasan adalah kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir, khususnya mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar. Saat ini, jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir disebut telah mencapai sekitar 20 ribu orang—angka yang menuntut perhatian serius dalam aspek layanan pendidikan, perlindungan hukum, hingga pembinaan karakter kebangsaan.

Atdikbud KBRI Kairo memaparkan berbagai peluang sekaligus tantangan yang dihadapi mahasiswa Indonesia, termasuk akses beasiswa dan penguatan sistem pendampingan akademik. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah konkret menghadirkan solusi inovatif bagi persoalan WNI di luar negeri.

Alma Wiranta menegaskan pentingnya membangun semangat progresif dan berprestasi bagi pelajar Indonesia di Mesir. Menurutnya, minat belajar yang tinggi harus dibarengi dengan pemahaman hukum serta perlindungan yang kuat dari negara.

Alma, yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan HAM Kota Bogor, berharap kunjungan ini mempererat hubungan Indonesia–Mesir, khususnya dalam kerja sama bidang pendidikan, hukum, dan hak asasi manusia.

Dalam diskusi tersebut, Abdul Muta’ali mengungkapkan bahwa Universitas Al-Azhar Cairo telah menyetujui pendirian Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia—yang disebut akan menjadi program studi Bahasa Indonesia pertama di Timur Tengah. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas diplomasi budaya dan memperkuat posisi Bahasa Indonesia di kancah internasional.

Diskusi bersama delegasi Unhan RI menjadi bagian dari komitmen KBRI Kairo dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi WNI di Mesir. Atase Dikbud KBRI Kairo, yang sebelumnya menerima penghargaan dari Universitas Al-Azhar dan Council of Ambassadors European Board for Peace, Tolerance, and Sustainable Development, bahkan menargetkan Bahasa Indonesia ke depan dapat menjadi bahasa ketiga di Mesir setelah bahasa Inggris.