DINAMIKA NEWS – Koordinator Sahabat Presisi, Egi Hendrawan, menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan. Ia menilai keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi faktor kunci dalam menjaga kepercayaan publik di tengah perhatian luas terhadap kasus tersebut.

Dalam keterangannya, Egi menyebut bahwa langkah kepolisian yang secara berkala menyampaikan perkembangan penyelidikan, termasuk dugaan jumlah pelaku yang lebih dari empat orang, menunjukkan adanya upaya serius dalam membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat.

“Transparansi adalah fondasi penting dalam penegakan hukum. Ketika publik mendapatkan informasi yang jelas dan konsisten, kepercayaan terhadap institusi penegak hukum akan semakin kuat,” ujar Egi, Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, kasus kekerasan terhadap aktivis tidak hanya menjadi persoalan hukum semata, tetapi juga berkaitan erat dengan rasa aman dalam menyampaikan pendapat di ruang demokrasi. Oleh karena itu, proses pengungkapan yang terbuka dinilai mampu memberikan jaminan psikologis bagi masyarakat, khususnya para pegiat hak asasi manusia.

Selain itu, Egi menilai bahwa pendekatan profesional yang diiringi transparansi akan mempersempit ruang spekulasi liar di tengah publik. Dengan demikian, informasi yang beredar tetap terverifikasi dan tidak menimbulkan keresahan yang berlebihan.

Egi juga mendorong agar proses hukum terus berjalan secara konsisten hingga seluruh pelaku, termasuk pihak yang diduga menjadi aktor di balik layar, dapat terungkap secara menyeluruh. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan bahwa keadilan tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga dilihat secara nyata oleh masyarakat luas.

“Kepercayaan publik adalah aset utama. Ketika penegakan hukum dilakukan secara terbuka dan profesional, maka legitimasi institusi akan semakin kuat di mata masyarakat,” pungkasnya. (***)