JAKARTA - Insiden robohnya tower Base Transceiver Station (BTS) milik Tower Bersama Group (TBG) di Kembangan Utara, Jakarta Barat, menyebabkan kepanikan warga. Tower yang masih dalam pembangunan ini ambruk dan menimpa rumah penduduk.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/4) di lingkungan permukiman padat. Dua rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat tertimpa material tower.

Saksi mata menyebut posisi pembangunan tower terlalu dekat dengan rumah warga tanpa jarak aman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan proyek.

Material tower menghantam atap rumah dan merusak sejumlah barang warga. Satu unit televisi dan sebuah sepeda motor ikut terdampak.

Meski tidak ada korban jiwa, warga mengalami trauma dan ketakutan karena kejadian yang mendadak.

Selain kerugian material, peristiwa ini memunculkan pertanyaan terkait standar keamanan dan perizinan pembangunan tower di kawasan padat penduduk.

Pihak keluarga korban masih menunggu kejelasan tanggung jawab dari pengelola proyek dan penyedia layanan tower. Belum ada pernyataan resmi terkait ganti rugi.

Warga mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di permukiman. Pembangunan tower di area sempit tanpa perencanaan matang dinilai membahayakan keselamatan.

“Pembangunan tower di tengah permukiman padat seperti ini sangat berisiko dan harus dievaluasi,” ujar salah satu warga.