KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Bertepatan dengan Hari Sampah Nasional 2023, Bank Sampah Rangga Mekar merayakan ulang tahun yang ke 8, Rabu (22/02/23). Perayaan ulang tahun ke 8 tersebut dihadiri langsung oleh Wali Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, Camat Bogor Selatan, Abdul Rahman, dan Lurah Rangga Mekar, Ahmad Zaelani.
Ketua Yayasan Bumi Selaras Sejahtera Sulton mengatakan, pada tasyakuran di hari ulang tahun ini, pihaknya menggemborkan perihal pospandai yang sudah berjalan dibeberapa titik di Kota Bogor untuk lebih aktif lagi dan saling mengingatkan tentang pemilahan sampah.
“Pospandai ini sudah berjalan 15 titik, dimana percontohan itu fokusnya di wilayah Rangga Mekar, dan 5 lagi berada di Bogor, Timur, Barat dan Utara. Kita bekerjasama dengan BNI dan WWF, saya berharap lebih bisa menyemangati lagi para koordinator yang sudah bekerjasama, untuk saling mengingatkan tentang memilih sampah,” ujarnya kepada media, Rabu (22/02/23).
Sulton menerangkan, jika berbicara perjalan awal Bank Sampah Rangga Mekar hanya iseng-iseng saja. Pada akhirnya kata Sulton, berjalannya waktu, yang tidak mengerti sampah jadi mengerti sampah, dan timbul dalam hati rasa kepedulian terhadap sampah.
“Sampai sekarang berjalan karena ada sedikit timbul kepedulian rasa bahwa soal pengelolaan sampah itu penting, makanya kita di Pospandai lebih mengutamakan tentang pemilihan sampah yang kita kejar itu hulu nya yang kita maksud ini dapurnya yang menjadi sumber,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, bagiamana upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bisa berjuang mendapatkan adipura. Apapun langkah langkah yang di ambil kata Dedie, terutama dalam pengendalian sampah dari hulu ke hilir tentu pihaknya berkeinginan mendapatkan nilai secara positif ole semua pihak.
“Nah, salah satu parameternya bagai mana Kota Bogor bisa mencoba untuk meraih adipura, jadi upaya upaya kecil di masyarakat ini menjadi salah satu representasi dari keinginan semua pihak untuk membuat pengolahan sampah di bogor ini lebih baik,” katanya.
“Cuma pengolahan sampah itu tidak mungkin hanya di serahkan kepada dinas , makanya dengan model model seperti ini pengembangan dari bang sampah, kemudian menjadi bank sampah induk atau TPS3R menjadi bank sampah seterusnya itu yang selama ini kita kejar dan partisipasi masyarakat,” sambungnya.
Yang kedua, kata Dedie pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari korporasi korporasi, bahwa sampah harus menjadi perhatian agar bisa mendapatkan bantuan berupa peralatan, pelatihan dan pendanaan.