BOGOR,wwb.co.id – Fenomena longsor yang terjadi di kawasan Batu Tulis beberapa belas tahun lalu ternyata menyimpan cerita sejarah yang menarik. Dari kejadian longsor tahun 2008 itu, ditemukan sejumlah fragmen keramik kuno di wilayah longsoran tebing Mbah Dalem. Pada Minggu (15/02/2026).
Menurut penuturan Pimpinan Tim ahli cagar budaya (TACB), Taufik hasuna, temuan tersebut bukan hal yang aneh karena sebagian masyarakat sudah mengetahui bahwa Daerah Batu Tulis merupakan bekas kerajaan, dan pada saat longsor pada tahun 2008 ditemukan beberapa fragmen kramik, yang berasal dari berbagai jaman.
“Pada intinya nggak aneh, karena sebagian masyarakat Batu Tulis sudah mengetahui bahwa Batu Tulis itu bekas kerajaan, saat kejadian longsor pada tahun 2008 , memang ditemukan beberapa fragmen keramik, di kawasan Bah dalam di belakangnya, ternyata keramik ini berasal dari berbagai macam jaman, artinya ada sebuah kawasan di situ dipakai beberapa generasi," Ujarnya. (28/10/2025).
Hal ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah digunakan oleh beberapa generasi pada masa lampau. Menariknya, temuan itu sempat diteliti oleh para ahli keramik atau arkeolog dari Kementerian, dan diperkirakan berasal dari abad ke 10.
“Waktu itu yang meneliti dari Kementerian, bukan saya. Tapi datanya ada di saya, laporannya yang saya baca dari abad ke-10 memang sudah ada, Temuannya pun bukan dari permukaan tanah, melainkan hasil longsoran,” jelasnya.
Dari hasil penelitian arkeologis, lokasi seperti Mbah Dalem memang dianggap memiliki potensi tinggi untuk penemuan benda-benda bersejarah. Kawasan tersebut diyakini sebagai punden atau tempat ritual keagamaan zaman dulu.
“Kalau kita lihat, Mbah Dalem itu merupakan punden atau tempat ibadah masa lampau. Pada zaman dulu, masyarakat melakukan ritual dengan menaruh sesajen ke dalam keramik-keramik yang mereka miliki biasanya benda-benda paling berharga mereka,” tambahnya.
Keramik-keramik itu, lanjutnya, merupakan peninggalan dari punden-punden kuno. Seiring waktu dan perubahan lahan, bentuk asli kawasan tersebut mengalami perubahan, namun jejak sejarahnya masih bisa dilihat dari sebaran fragmen keramik di sekitar lokasi.
Temuan di Mbah Dalem ini pun memiliki kemiripan dengan penemuan di wilayah Mulyaharja, yang juga memperlihatkan adanya fragmen keramik serupa.