DINAMIKA NEWS — Upaya mengatasi krisis sampah tidak bisa hanya dilakukan dari hilir. Menyadari hal tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memilih pendekatan dari hulu melalui edukasi kepada generasi muda. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia, perusahaan ini melibatkan 60 siswa sekolah dasar dalam program pengelolaan sampah di wilayah Narogong, Bogor.
Melalui divisi pengelolaan limbah ramah lingkungan Nathabumi, perusahaan menghadirkan program Kelola Sampah di Sekitar Kita (Kelas Kita). Program yang telah berjalan sejak 2024 ini kali dilaksanakan di Sekolah Alam Cikeas dengan melibatkan karyawan dari Pabrik Narogong sebagai relawan pengajar.
Head of AFR Division Solusi Bangun Indonesia, Budi Yuliadi Nugraha, menegaskan bahwa edukasi sejak usia dini menjadi kunci dalam membangun perilaku ramah lingkungan, terutama di tengah meningkatnya urgensi pengelolaan sampah secara nasional. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengelola sampah secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
“Melalui program Kelas Kita, kami ingin mendorong lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, kami berharap anak-anak dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan kebiasaan bijak mengelola sampah, baik di rumah maupun di sekolah,” ujar Budi.
Program ini dirancang dengan metode interaktif agar mudah dipahami siswa. Tidak hanya penyampaian materi, para peserta juga diajak terlibat aktif melalui permainan edukatif seperti kartu pilah sampah serta praktik langsung pengomposan. Pendekatan ini diharapkan mampu membuat konsep pengelolaan sampah lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.
Keterlibatan karyawan sebagai relawan pengajar turut memperkuat nilai kolaborasi dalam kegiatan ini. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana belajar yang lebih hangat dan inspiratif, sekaligus menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam membangun kesadaran lingkungan.
Salah satu relawan, Agnes, mengaku kegiatan ini memberinya kesempatan untuk berperan langsung dalam menanamkan nilai keberlanjutan kepada generasi muda. Ia menilai edukasi sejak dini sangat penting agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sebagai tanggung jawab bersama.
Apresiasi juga datang dari Kepala Sekolah Dasar SAC, Eli Yuniawati. Ia menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
“Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Semoga kebiasaan baik yang ditanamkan hari ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka di masa depan,” ujarnya.