Hal tersebut disampaikan dalam rapat Pengembangan Kampung Perca yang di ketuai Yane Ardian yang selaku Ketua Dekranasda Kota Bogor ini tengah membahas berbagai persiapan launching Kampung tersebut pada April 202.
"Ini rapat perdana dengan jajaran OPD, jadi persiapan kami masih sangat panjang," kata Yane, Jumat (11/12/20).
Menurutnya, persiapan yang dilakukan bukan sekedar membangun infrastruktur, akan tetapi juga SDM-nya. Ia mengakui, SDM di pelatihan kain perca HAS Sabilulungan ini sudah cukup baik. Namun, kata dia, jika mau melaunching Kampung Perca yang akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Bogor harus menambah kuantitas dan kualitas SDM.
"Sekarang jumlahnya baru 15 orang, bukan jumlah yang banyak untuk membuat Kampung Perca. Kita perlu lebih banyak SDM, lebih banyak pelatihan dan intervensi dari berbagai pihak. Ini yang kita siapkan sama-sama," tutur Yane.
Ia menjelaskan, terwujudnya Kampung Perca, yang ditargetkan bisa di launching April mendatang tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak. Mengingat keberadaan Kampung Perca sendiri berawal dari mimpi dan semangat warga Sindangsari yang terdampak Covid-19.
"Pandemi Covid-19 berakibat pada meningkatnya jumlah pengangguran di Sindangsari dari sebelumnya 182 orang menjadi 278 orang dan meningkatnya KK miskin dari 581 KK menjadi 1.190," jelasnya.
Beruntung, kata Yane, di RW 01 Kelurahan Sindangsari memiliki potensi SDM, pinjaman mesin jahit dari PT HAS, limbah kain perca dan benang serta pelatih yang dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Sindangsari.
"Dari hasil pelatihan menjahit selama dua bulan, 15 ibu-ibu mampu menghasilkan masker, sarung bantal, lap, taplak, kunciran dan bisa mendapatkan penghasilan walau hasilnya belum besar," katanya.