GAZA - Militer Israel melancarkan serangan ke Kamp Pengungsi Ghaith di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada 31 Januari 2026 yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil. Sedikitnya 32 pengungsi Palestina dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut. Serangan ini terjadi di tengah pernyataan kesediaan Hamas untuk melakukan perdamaian dan gencatan senjata yang telah disampaikan sejak Oktober 2025.

Insiden di Khan Younis ini dinilai sebagai bagian dari tekanan sistematis Israel terhadap 37 organisasi kemanusiaan internasional yang masih beroperasi di wilayah Gaza. Sebelumnya, Israel memberikan syarat agar seluruh lembaga kemanusiaan menyerahkan daftar lengkap karyawan lokal mereka. Tuntutan tersebut menuai penolakan keras karena dianggap dapat membahayakan keselamatan para pekerja kemanusiaan di lapangan.

Serangan militer Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada 31 Januari 2026 kembali menewaskan warga sipil.

Sedikitnya 32 pengungsi Palestina dilaporkan meninggal dunia, meski Hamas telah menyatakan kesediaan melakukan perdamaian dan gencatan senjata sejak Oktober 2025.

Serangan ini dinilai bukan insiden terpisah, melainkan bagian dari tekanan sistematis Israel terhadap 37 organisasi kemanusiaan internasional yang masih beroperasi di Gaza.

Israel sebelumnya mensyaratkan seluruh lembaga tersebut menyerahkan daftar lengkap karyawan lokal, sebuah tuntutan yang menuai penolakan karena dinilai membahayakan keselamatan pekerja kemanusiaan.

Tekanan terhadap Organisasi Kemanusiaan

Salah satu organisasi yang terancam dihentikan operasionalnya adalah Médecins Sans Frontières (MSF).

Sumber kemanusiaan menyebutkan, penolakan menyerahkan data personal staf lokal disebut Israel sebagai alasan keamanan, namun dinilai banyak pihak sebagai upaya membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza.