BEKASI - Selebgram Hanifa Ramadanti mengaku menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh oknum konsultan pajak berinisial AS di Jakarta Timur. Ia menyatakan dihamili lalu ditinggalkan usai melahirkan anak mereka, meski sebelumnya sempat dijanjikan akan dinikahi.

Pihak AS meminta Hanifa menjalani tes DNA demi membuktikan hubungan biologis anak tersebut. Namun, Hanifa mengungkapkan proses pemeriksaan tersebut selalu terkendala karena AS kerap tidak hadir dari jadwal yang disepakati.

"TETAPI MANGKIR TERUS!! 3x reschedule dan ketika ada undangan resmi tes dna, dia tidak hadir di PUSDOKKES POLRI terlalu banyak syarat yg gaperlu," kata Hanifa.

Ia mempertanyakan sikap AS yang terus menunda proses pemeriksaan laboratorium tersebut. Menurut Hanifa, apabila AS berniat memastikan hubungan biologis dengan sang anak, tes DNA seharusnya dilakukan tanpa berulang kali menunda jadwal resmi.

"Padahal kalo anda gentlemen anda yg paksa saya untuk tes DNA," kata Hanifa.

Hanifa menilai permintaan tes DNA tersebut sengaja digunakan untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Ia menganggap tindakan tersebut merupakan bentuk upaya menghindar dari kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang ayah.

"Dari awal batalin nikah minta tes DNA untuk menghindari tanggung jawab!!" kata Hanifa.

Hingga unggahan tersebut dibuat, Hanifa merasa tidak ada iktikad baik dari oknum konsultan pajak tersebut. Ia menyebut AS bahkan sama sekali tidak pernah menanyakan kondisi maupun perkembangan buah hati mereka.

"Sampai detik ini pun tidak ada itikad baik, anaknya pun tidak pernah ditanya sama sekali," kata Hanifa.