BOGOR, wwb.co.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan bahwa kehadiran aparatur sipil negara (ASN) dalam apel rutin menjadi salah satu instrumen penting untuk mengukur tingkat kedisiplinan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Penegasan tersebut disampaikan Denny Mulyadi saat memimpin apel Senin pagi di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (5/1/2026). Apel tersebut merupakan apel perdana di awal tahun 2026.

Dalam arahannya, Denny Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada ASN yang telah hadir dan aktif menjalankan tugas di awal tahun. Ia mengingatkan bahwa setiap ASN bekerja dalam koridor regulasi dan aturan yang telah ditetapkan.

“Terima kasih kepada pegawai yang telah hadir pada aktivitas di awal tahun 2026. Bapak dan ibu bekerja tentu ada regulasi dan aturannya. Ke depan, saya berharap kinerja yang masih kurang dapat diperbaiki,” ujar Denny Mulyadi.

Menurutnya, awal tahun menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap program, kegiatan, maupun pelaksanaan tugas pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja harus terus dilakukan guna memastikan kelancaran program-program yang telah disusun, baik yang bersumber dari APBD maupun sumber pendanaan lainnya.

Terkait program prioritas, Denny Mulyadi meminta seluruh jajaran untuk segera melakukan percepatan pelaksanaan serta memberikan perhatian khusus agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Program prioritas perlu diakselerasi dan diatensi secepatnya. Tata kelola administrasi yang masih belum disempurnakan agar segera disempurnakan. Semua harus guyub dan bersinergi,” tegasnya.

Selain itu, Denny Mulyadi juga menyoroti standar operasional prosedur (SOP) yang dinilai belum berjalan optimal. Ia meminta agar SOP yang telah ada benar-benar dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh ASN.

“Saya khawatir SOP sudah ada, tetapi tidak dibaca atau tidak diimplementasikan. Jika diperlukan penyesuaian regulasi, maka segera dilakukan penyesuaian,” ungkapnya.