BOGOR, wwb.co.id - Deretan angka 0811 tetap berdiri kokoh sebagai simbol kasta tertinggi dalam dunia telekomunikasi seluler di Indonesia di tengah membanjirnya nomor ponsel dengan belasan digit saat ini.

Prefix ini bukan sekadar alat komunikasi melainkan saksi bisu sejarah transisi teknologi analog ke digital di tanah air yang bermula dari proyek pilot di Pulau Batam.

Sejarah 0811 dimulai pada akhir tahun 1994 saat Telkomsel memulai proyek teknologi Global System for Mobile Communications atau GSM pertama di Indonesia yang berpusat di Batam.

Layanan ini kemudian resmi beroperasi secara nasional pada 26 Mei 1995 melalui produk pascabayar Kartu Halo yang identik dengan penggunaan nomor awal 0811 bagi para pelanggannya.

Memiliki ponsel pada era tersebut merupakan kemewahan luar biasa karena harga perangkat setara dengan sepeda motor baru sehingga penggunanya terbatas pada kalangan pengusaha, pejabat, hingga profesional.

Nomor 0811 terutama yang memiliki format 10 digit kini menjadi harta karun bagi kolektor dan pelaku bisnis karena memberikan impresi instan mengenai stabilitas serta integritas pemiliknya.

"Menggunakan nomor 0811 itu seperti membawa kartu nama yang berbicara sendiri. Orang akan langsung tahu bahwa Anda adalah 'pemain lama' yang sudah mapan sejak puluhan tahun lalu," kata Yandi.

"Ada rasa percaya yang terbangun bahkan sebelum pembicaraan dimulai," kata Yandi.

Faktor kelangkaan menjadi alasan utama prefix ini tetap diburu lantaran operator sudah tidak lagi memproduksi massal nomor 10 digit sehingga setiap nomor yang beredar adalah aset terbatas.