JAKARTA — Nilai tukar rupiah kembali menguat ke Rp16.903 per dolar AS pada Kamis (22/1), naik dari posisi sebelumnya Rp16.929. Penguatan ini terjadi di tengah tekanan global yang masih membayangi mata uang negara berkembang.
Bank Indonesia (BI) dinilai berhasil menjaga stabilitas rupiah lewat bauran kebijakan moneter yang konsisten. Dalam Rapat Dewan Gubernur terbaru, BI menahan BI-Rate di level 4,75 persen, sesuai ekspektasi pasar.
Stabilitas di Tengah Volatilitas Global
Rupiah sempat mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS akibat penguatan dolar global dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. BI menegaskan pelemahan sebelumnya lebih dipicu faktor eksternal, bukan domestik.
Komitmen BI
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar valas dan optimalisasi cadangan devisa. “Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental ekonomi,” ujarnya.
Literasi Publik
Pengelolaan nilai tukar rupiah merupakan mandat BI sesuai UU No. 23/1999. Kementerian Keuangan berfokus pada kebijakan fiskal dan APBN, sementara stabilitas rupiah sepenuhnya menjadi kewenangan independen BI.
Kurs dan Isu Politik