DINAMIKA NEWS – Gelombang solidaritas untuk Palestina kembali menggema di Kota Bogor. Umat Islam dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Majelis Ukhuwah Bogor Raya (MUBR) menggelar Aksi Bela Palestina sekaligus menyerukan pembebasan Al-Aqso pada Jumat (10/4/2026).
Kegiatan diawali dengan titik kumpul di sebelum para peserta melakukan longmarch menuju kawasan Tugu Kujang. Sepanjang perjalanan, massa tampak membawa bendera Palestina, poster, serta spanduk berisi seruan solidaritas dan kecaman terhadap kekerasan yang terjadi di Gaza.
Ketua MUBR, Ustaz Abdul Qodir, menyampaikan bahwa kondisi di Palestina hingga kini masih memprihatinkan. Ia mengutip data dari yang mencatat puluhan ribu korban jiwa sejak konflik memuncak pada Oktober 2023, dengan sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Dalam pernyataan sikapnya, ia juga menyoroti pembatasan akses terhadap Masjid Al-Aqsha yang dinilai telah berlangsung lama, bahkan sempat ditutup selama beberapa waktu. Selain itu, ia mengungkap adanya tindakan-tindakan yang dianggap mencederai kesucian tempat ibadah tersebut.
Lebih lanjut, Abdul Qodir menyebut adanya kebijakan yang dinilai merugikan warga Palestina, termasuk ancaman hukuman berat yang menuai kecaman dari berbagai pihak. Atas dasar itu, MUBR menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Beberapa poin utama yang disuarakan antara lain mendesak penghentian kekerasan di Gaza, membuka akses penuh terhadap Masjid Al-Aqsha, serta mendorong negara-negara Muslim untuk mengambil langkah nyata dalam membela Palestina. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk terus menyuarakan dukungan, memberikan bantuan kemanusiaan, dan melakukan boikot terhadap produk-produk yang dianggap berafiliasi dengan Israel.
MUBR juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan umat Islam serta menghindari perpecahan akibat perbedaan pandangan. Dalam seruannya, mereka turut meminta perhatian pemerintah Indonesia agar mengambil sikap tegas terkait kebijakan internasional yang dinilai tidak berpihak pada perjuangan Palestina.
Aksi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama dan pimpinan organisasi Islam, serta beberapa tokoh lainnya yang turut memberikan dukungan moral dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat Bogor terhadap isu kemanusiaan global, khususnya yang menimpa rakyat Palestina.***