CIANJUR, WWB.co.id – Petani warga Desa Jayapura, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menjerit, mengeluhkan harga berak (pupuk) bersubsidi (pupuk) jenis urea TSP mahal dan langka.
Ajat (51) petani warga setempat membenarkan, warga di desa ini kini lagi kelabakan (kebingungan). Karena, harga pupuk naik di atas sekitar 150 persen.
"Sebetulnya bukan mahal, tapi pupuk yang subsidi tidak ada alias langka atau susah dicari. Ada juga non subsidi," katanya, Minggu (8/11/2020).
Sambunganya, jadi kalau warga (para petani) gak tahu pupuk subsidi atau non subsidi. Dan, kalau beli harga Rp. 220.000,- /kwintal.
"Nah, saat ini harga di atas Rp. 400.000,-/kwintal. Berarti mahal kang," keluh Ajat.