KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Usai audensi dengan Wakil Walikota Bogor, Forum Jurnalis Satu (J1) melanjutkan pertemuan dengan camat-camat yang ada di Kota Bogor, salah satunya Camat Bogor Selatan.
Setibanya di kantor Kecamatan, forum Jurnalis Satu yang diketuai Yudi Surahman disambut hangat Camat Bogor Selatan, Abdurrahman. Setelah itu, Yudi bersama pengurus J1 memaparkan program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang bertujuan untuk mengentaskan anak putus sekolah, baik di kota maupun kabupaten Bogor.
Setelah mendengar pemaparan J1, Abdurrahman pun mensupport program tersebut, sehingga pihaknya menyediakan tempat pertemuan dengan para calon peserta didik di kantornya, pada Selasa (01 Agustus 3023).
Abdurahman mengatakan, program pendidikan yang dijalankan J1 bersama Nusa Bhakti amat mulia dan perlu didukung oleh semua pihak. Sebab, kata dia, melalui program PKBM dapat membantu masyarakat untuk mewujudkan impiannya dalam mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.
“Apalagi ini gratis, saya rasa ini perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat. Saya juga akan sampaikan ini ke lurah-lurah, agar warganya tahu dan bisa kembali menyekolahkan anak-anaknya untuk ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Abdurrahman.
Dia juga menyampaikan bahwa angka putus sekolah di Kota Bogor masih cukup tinggi, dan dengan adanya PKBM dari J1 setidaknya bisa meminimalisir angka tersebut.
“Pendidikan itu penting untuk masa depan anak-anak. Jadi saya sangat mendukung program ini,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Asosiasi perusahaan sahabat indonesia (APSAI) Kota Bogor, Sumedi menjelaskan, APSAI bekerja sama dengan jurnalis satu dan PKBM bakti Nusa tentunya melihat bahwa sisi apa yang menjadi hak dasar anak mendapatkan pendidikan dan kesehatan secara gratis. Ini menjadi konsen APSAI Kota Bogor terutama bagi anak anak putus sekolah, anak anak yang tidak mampu untuk melakukan tingkat pendidikannya maka kita dala hal ini mendukung program dari bakti Nusa dan jurnalis satu sebagai salah satu langka menurunkan angka putus sekolah di kota Bogor .
“Kita tentunya mendorong selain untuk program pendidikan terpisah bagaimana juga kita nanti bisa mendorong keahlian atau skill dari anak anak PKBM tersebut,” ujarnya.