Jakarta - Program Food Estate di wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah, menunjukkan aktivitas produksi nyata melalui panen padi di ribuan hektare lahan yang sebelumnya tidak produktif.
Data di lapangan mencatatkan realisasi panen di kawasan tersebut telah mencapai sekitar 9.720 hektare, yang menandakan program telah masuk ke fase produksi massal.
Produktivitas hasil panen di beberapa titik mencapai kisaran 5,2 ton per hektare, bahkan berpotensi meningkat di atas 6 ton per hektare dengan pengelolaan optimal.
Lahan yang sebelumnya terbengkalai selama bertahun-tahun kini mulai dimanfaatkan kembali melalui proses transformasi pengolahan lahan hingga penanaman secara bertahap di sejumlah lokasi.
Hasil panen padi lokal di beberapa area tercatat berada di kisaran 3 hingga 4 ton per hektare pada tahap awal pengembangan ini.
Angka tersebut dinilai wajar dan berpeluang meningkat seiring penggunaan varietas unggul serta perbaikan sistem budidaya yang dilakukan secara konsisten.
Aktivitas pertanian di kawasan Food Estate dilaporkan terus berlangsung mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga proses panen yang membentuk siklus produksi berkelanjutan.
Ketua SUTA (Sentra Usaha Tani dan Agribisnis) Nusantara, Dadung Hari Setyo, menyatakan dukungannya terhadap program Food Estate sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Food Estate ini bukan program yang hasilnya bisa dilihat dalam hitungan bulan. Ini investasi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan kita ke depan,” ujar Dadung Hari Setyo, Senin (04/05/2026).