Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mengenai korelasi antara kecerdasan dan pendidikan formal saat menghadiri acara di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia". Pidato ini memicu beragam tanggapan publik di media sosial.

Presiden Prabowo menyoroti bahwa nama besar institusi pendidikan tidak secara otomatis menjamin kualitas maupun kecerdasan seseorang dalam kehidupan nyata.

"Kecerdasan itu bukan dari sekolah. Kecerdasan bukan dari sekolah. Dan ini sudah kita buktikan berkali-kali. Hari ini, sekarang kita buktikan lagi Pak Bahlil." kata Prabowo, Jumat (7/8/2026).

Ia menggunakan perjalanan hidup Bahlil Lahadalia sebagai rujukan utama. Pembahasan berfokus pada pentingnya kemampuan pribadi, kerja keras, serta pembentukan karakter individu.

"Karena tidak mutlak orang yang sekolahnya di kampus gede, lalu kemudian hanya mereka yang pantas untuk kita jadikan inspirasi. Karena bagi saya, kampus itu tidak menjamin kualitas seseorang." kata Bahlil, Jumat (7/8/2026).

"Yang menjamin kualitas seseorang, itulah orang itu sendiri." kata Bahlil, Jumat (7/8/2026).

Selain faktor individu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya fondasi keluarga dan peran orang tua dalam membentuk pola pikir anak.

"Kecerdasan itu mungkin didapat dari jelas dari orang tua." kata Prabowo, Jumat (7/8/2026).