JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Polri bukan merupakan orientasi bisnis atau mencari keuntungan komersial.
Kehadiran SPPG Polri bertujuan mendukung penuh program prioritas pemerintah dalam pemenuhan gizi anak sekolah melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan secara profesional.
"Pengelolaan SPPG Polri tidak berorientasi kepada keuntungan, melainkan untuk menyukseskan program pemerintah," ujar Irjen Johnny, Rabu (18/02/2026).
Irjen Johnny menjelaskan bahwa pembangunan serta operasional SPPG Polri berada di bawah koordinasi Yayasan Kemala Bhayangkari, bukan menggunakan dana dari negara secara langsung.
Pihaknya menekankan bahwa pendanaan fasilitas tersebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) milik institusi Polri.
"Pembangunan SPPG tidak memakai APBN maupun DIPA Polri, sehingga tidak mengganggu operasional kepolisian," tegas Irjen Johnny, Rabu (18/02/2026).
Skema pembiayaan dilakukan melalui mekanisme internal non-anggaran negara guna memastikan tugas utama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tetap berjalan tanpa kendala finansial.
Fokus utama unit ini adalah memastikan makanan yang didistribusikan memenuhi standar kesehatan ketat, mencakup kebersihan, kualitas bahan baku, nilai nutrisi, hingga ketepatan waktu distribusi ke penerima.
"Kami ingin memastikan MBG benar-benar memberikan manfaat optimal bagi generasi muda," tutur Irjen Johnny, Rabu (18/02/2026).