BOGOR, wwb.co.id — Yayasan Pohon Emas Nusantara (PENA Foundation) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Tirta Medical Center menggelar kegiatan deteksi dini risiko kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA di Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik (DNA) Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi pada sel leher rahim (serviks) sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks pada perempuan.
Ketua PENA Foundation, Sandi Hanafia, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, akan pentingnya deteksi dini kanker serviks.
“Alhamdulillah, hari ini terdapat sekitar 100 peserta yang mengikuti pemeriksaan HPV DNA. Antusiasme cukup tinggi, tidak hanya dari wilayah Bogor dan sekitarnya, tetapi juga dari Tambun Utara dan Bekasi,” ujar Sandi.
Ia menegaskan bahwa kanker serviks merupakan penyakit yang kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga sering terlambat terdeteksi.
“Deteksi dini sangat penting karena kanker serviks dapat dicegah dan diobati secara efektif jika ditemukan sejak dini. Meski data pasti di Kabupaten Bogor sulit diperoleh, kasus kanker serviks tetap ada. Oleh karena itu, kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam mewujudkan kesehatan masyarakat, khususnya perempuan,” jelasnya.
Sementara itu, Aditya Novi, selaku PIC Tirta Medical Center, menyampaikan bahwa tingginya minat peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi.
“Pada kegiatan ini kami menurunkan 10 tenaga medis. Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan paket sembako dan snack. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan sosial di bidang kesehatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan PENA Foundation yang tidak hanya fokus pada santunan sosial, tetapi juga pelayanan kesehatan gratis, pengobatan, serta upaya pencegahan penyakit bagi masyarakat.