JAKARTA – Isu mengenai dugaan kekecewaan Iran terhadap pemerintah Indonesia belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.Â
Narasi tersebut mengaitkan sejumlah peristiwa, mulai dari konflik di Timur Tengah, penolakan kapal perang Iran dalam latihan militer internasional, hingga proses hukum kapal tanker MT Arman 114 di Indonesia.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran tetap berjalan baik melalui jalur diplomasi resmi.
Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif  yang tidak memihak blok kekuatan mana pun.
Narasi Publik dan Latar Belakang Isu
Perbincangan publik muncul setelah sejumlah pihak menilai Indonesia lambat merespons eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya terkait korban sipil di Iran.
Selain itu, penolakan dua kapal perang Iran untuk berpartisipasi dalam latihan militer Multilateral Naval Exercise Komodo 2025juga disebut-sebut sebagai pemicu munculnya spekulasi adanya tekanan dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Presiden Indonesia, Prabowo Subianto.
Isu lain yang turut mencuat adalah proses hukum terhadap kapal tanker MT Arman 114, yang disita oleh aparat Indonesia karena dugaan pelanggaran lingkungan di wilayah perairan nasional.
Direktur Namarin, Siswanto Rusdi, menyebutkan bahwa dalam pertemuannya dengan Duta Besar Iran, sempat muncul kekecewaan terkait beberapa perkembangan tersebut.