JAKARTA – Polemik terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 mencuat di tengah kebijakan efisiensi anggaran negara.
Pemerintah menegaskan bahwa program tersebut tetap menjadi prioritas nasional dan tidak terdampak pemangkasan anggaran.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa efisiensi fiskal difokuskan pada belanja non-produktif di kementerian dan lembaga, seperti perjalanan dinas dan pengeluaran operasional yang tidak mendesak.
Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas belanja negara tanpa mengganggu program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kritik Muncul, Pemerintah Luruskan Narasi
Polemik bermula dari pernyataan Presiden yang membandingkan pentingnya anggaran untuk MBG dibandingkan potensi kebocoran akibat korupsi.
Pernyataan ini menuai kritik dari sejumlah pihak.
Jurnalis Farid Gaban menilai narasi tersebut berpotensi disalahartikan.
“Perbandingan seperti itu berisiko menurunkan standar kebijakan publik jika tidak dijelaskan secara utuh,” ujarnya.