Jakarta - Lini masa media sosial dipenuhi narasi ajakan aksi demonstrasi dan kritik politik menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026.
Publik diimbau untuk lebih cermat menyaring informasi karena tidak semua narasi viral di media sosial terverifikasi kebenarannya atau bakal terjadi di lapangan.
Penyampaian pendapat dan kritik di ruang publik merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin oleh konstitusi nasional.
Namun, penyebaran informasi tanpa sumber yang jelas berpotensi memicu kegaduhan serta kepanikan yang tidak perlu di tengah masyarakat.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengingatkan publik agar tidak memperbesar isu yang belum terbukti kebenarannya jelang 17 Agustus.
"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga," ujar Hasan Nasbi.
Hasan mengklarifikasi imbauan tersebut bukan bentuk pembungkaman kritik, melainkan ajakan memverifikasi sumber berita agar aktivitas warga tetap berjalan normal.
Hasil pemeriksaan Tempo Cek Fakta menemukan banyak unggahan video aksi mahasiswa yang diklaim terjadi pada Agustus 2026 merupakan rekaman lama.
"Video dan foto tersebut adalah demonstrasi mahasiswa di Jakarta yang terjadi pada bulan Juni 2026, Agustus 2025, dan Mei 1998," tulis hasil pemeriksaan Tempo Cek Fakta.