MEDAN - Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU Kota Medan, Sumatera Utara, dalam beberapa hari terakhir akibat kendala logistik distribusi di lapangan.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan kini tengah mempercepat proses normalisasi distribusi untuk mengurai antrean tersebut.
Gangguan dipicu berkurangnya ketersediaan awak mobil tangki serta lonjakan konsumsi masyarakat di Medan dan Deli Serdang sebesar 5-10 persen karena aktifnya sekolah dan perkantoran.
Langkah strategis diambil dengan menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU.
"Saat ini, stok BBM di Integrated Terminal Medan Group berada dalam kondisi aman. Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, Pertamina Patra Niaga telah menambah armada melalui skema spot charter sebanyak 30 unit mobil tangki yang difokuskan untuk mempercepat penyaluran BBM ke SPBU." Ujarnya Hari Purnomo, Jumat (17/7).
Seluruh infrastruktur distribusi, meliputi Integrated Terminal Medan Group, Fuel Terminal Pematang Siantar, dan Fuel Terminal Kisaran, kini dioperasikan penuh selama 24 jam.
Kelancaran penyaluran energi ini turut diperkuat melalui kolaborasi dan pengawalan ketat dari aparat keamanan guna memastikan mobil tangki tiba tepat waktu.
"Polda Sumut berkomitmen mendukung kelancaran distribusi energi melalui pengamanan dan pengawalan agar penyaluran BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar." kata Dwi Tunggal Jaladri, Jumat (17/7).
Dukungan personel dari Bekang TNI juga dioptimalkan untuk memperkuat kapasitas serta pemenuhan kebutuhan awak mobil tangki di wilayah Sumatera Bagian Utara.