Jakarta - Pemerintah memberikan jaminan mengenai ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Kepastian ini merespons kekhawatiran masyarakat di media sosial terkait ketersediaan energi nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklarifikasi bahwa ketersediaan stok BBM saat ini berada pada posisi stabil. Hal tersebut disampaikan guna meredam spekulasi akibat dampak konflik geopolitik global.
"Yang kita sampaikan itu adalah stok operasional yang memang berputar setiap hari di terminal BBM, kilang, dan SPBU. Jadi bukan berarti Indonesia hanya punya cadangan untuk 20 hari lalu habis," kata Bahlil, awal Maret (2026).
Data per 1 Maret 2026 menunjukkan ketahanan stok BBM nasional berada pada level 21 hingga 23 hari. Angka ini ditegaskan masih berada di atas standar minimum yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) turut menyatakan bahwa seluruh jalur distribusi energi dipastikan berjalan normal. Koordinasi intensif dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama periode bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.
"Stok aman dan kami siagakan Satgas Ramadan dan Idul Fitri untuk memastikan distribusi lancar, terutama di jalur mudik," ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), awal Maret (2026).
Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 bertugas memantau ketersediaan BBM serta LPG secara real time. Pertamina menyiagakan SPBU 24 jam dan layanan motoris untuk pengantaran BBM pada titik-titik kemacetan.
Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah menegaskan telah melakukan mitigasi risiko. Sistem logistik nasional diklaim tetap stabil dan tidak terdampak langsung oleh fluktuasi pasokan minyak dunia saat ini.
"Kita terus melakukan mitigasi risiko. Sistem logistik nasional kita dalam kondisi stabil. Tidak ada kelangkaan," kata Bahlil, awal Maret (2026).