BOGOR - Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. meresmikan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aisyah Binti Abu Bakar di Jalan Jami, Sukajaya, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7).

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama Ketua Yayasan Dr. Edi Suwanto, S.H., M.Pd. Langkah ini menjadi tonggak pengembangan kampus internasional khusus muslimah pertama di Indonesia.

Kampus ini mengintegrasikan pendidikan Islam, penguasaan bahasa internasional, riset, dan pembentukan karakter. Dalam sambutannya, Menteri Agama menegaskan pentingnya keseimbangan intelektual, spiritual, dan moral bagi lulusan perguruan tinggi.

"Kita memerlukan kekuatan intelektual, kekuatan spiritual, sekaligus kekuatan fisik. Ketiganya harus berjalan beriringan agar mampu melahirkan generasi yang unggul," ujar Nasaruddin Umar, Sabtu (18/7).

Menurutnya, tradisi keilmuan Islam memandang ilmu tidak hanya bersumber dari akal, tetapi juga dari wahyu, hati yang bersih, intuisi, dan pengalaman spiritual.

Oleh karena itu, proses pendidikan harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan penyucian jiwa para penuntut ilmu.

"Ilmu adalah cahaya. Cahaya itu tidak akan masuk ke dalam hati yang dipenuhi maksiat dan kotoran batin. Seorang pencari ilmu harus membersihkan hati, memperkuat akhlak, dan menjaga kesucian dirinya," katanya Nasaruddin Umar, Sabtu (18/7).

Ia juga menegaskan bahwa Islam memberikan penghormatan yang tinggi kepada perempuan melalui kesempatan yang sama dalam menempuh pendidikan, mengembangkan potensi, serta mengambil peran strategis.

Usai meresmikan kampus, Menteri Agama mengapresiasi kualitas akademik STAI Aisyah, khususnya kemampuan Bahasa Arab para mahasiswi yang dinilainya sangat baik.