Jakarta - Menteri HAM Natalius Pigai meluruskan polemik istilah Londo Ireng yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto pada acara Harlah ke-28 PKB, Kamis (23/7/2026).
Klarifikasi ini muncul bersamaan dengan rencana strategis pemerintah membangun 10 universitas baru dan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
Pigai menegaskan bahwa istilah tersebut merujuk pada mentalitas pengkhianatan terhadap kedaulatan negara dan bukan ditujukan untuk menggeneralisasi profesi wartawan.
"Gini, gini, gini, saya kasih tahu, 'Londo ireng' itu maksudnya orang yang membantu orang asing, untuk mengkhianati negaranya, bukan disebut wartawan," kata Pigai, Rabu (29/7/2026).
Pigai menyebut fenomena sosial itu bisa dilakukan siapa saja dari berbagai latar belakang profesi di Indonesia.
"Yang ada mungkin ada satu atau dua wartawan. Mungkin juga ada pegawai negeri sipil, ada juga mungkin menteri. Jangan salah, lho," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Pigai menambahkan Presiden Prabowo tetap mengapresiasi insan pers dan kontroversi terjadi akibat cara penulisan judul media.
Sambil melihat ponselnya, Pigai menyampaikan bahwa Presiden mengatakan, "I love you," untuk wartawan.
Di sisi lain, Presiden Prabowo terus mendorong ekspansi pendidikan tinggi lewat forum UK-Indonesia Education Roundtable di London, 20 Januari 2026.