BOGOR, wwb.co.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) Desa Urug melaksanakan program unggulan bertajuk Hydro Care (Peduli Air) sebagai upaya menghadirkan solusi akses air bersih bagi masyarakat. Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan UPZ BAZNAS PT Pupuk Indonesia (Persero).

Program Hydro Care dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses air bersih yang selama ini dirasakan masyarakat Kampung Adat Urug Tonggoh, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatul Fallah. Selama ini, kebutuhan air warga dan santri bergantung pada sumber mata air dengan debit tidak stabil, terutama saat musim kemarau.

Selain keterbatasan debit, kualitas air dari sumber mata air Cikada juga mengalami penurunan akibat pencemaran limbah rumah tangga serta meningkatnya kepadatan permukiman di wilayah hulu. Kondisi tersebut berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga menunjang kegiatan ibadah dan proses pendidikan di pesantren.

Sebagai bentuk implementasi program Hydro Care, pada 3 Februari 2026, UPZ BAZNAS PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama mahasiswa KKN-T UMBARA secara resmi memulai proses pengeboran sumur bor yang berlokasi di Pondok Pesantren Hidayatul Fallah, Kampung Adat Urug Tonggoh RT 02 RW 05, Kecamatan Sukajaya. Lokasi ini dipilih karena memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan dan kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi wilayah dengan kebutuhan air bersih yang mendesak dan berkelanjutan.

Ketua Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Bogor Raya Desa Urug, Fathi Raflian, menyampaikan bahwa program Hydro Care merupakan wujud ikhtiar bersama dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui kolaborasi lintas pihak.

“Program Hydro Care kami rancang sebagai ikhtiar bersama untuk menghadirkan solusi atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dirasakan oleh Pondok Pesantren Hidayatul Fallah. Melalui kolaborasi dengan UPZ BAZNAS PT Pupuk Indonesia (Persero), kami berharap sumur bor ini dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi pesantren serta masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kang Idrus, perwakilan Pemerintah Desa Urug sekaligus alumni Pondok Pesantren Hidayatul Fallah, menjelaskan bahwa persoalan air bersih di lingkungan pesantren telah berlangsung cukup lama.

“Selama ini air dari sumber mata air sudah tercemar limbah rumah tangga akibat semakin padatnya permukiman di wilayah atas. Bahkan, sebagian warga masih membuang sampah sembarangan, sehingga air yang sampai ke pesantren kondisinya sudah kotor dan tidak layak digunakan, terutama untuk konsumsi,” ungkapnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMBARA dan UPZ BAZNAS PT Pupuk Indonesia (Persero) atas terealisasinya program sumur bor tersebut.