DINAMIKA NEWS – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat kinerja gemilang pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp101,89 miliar, melonjak 111,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp48,22 miliar.
Lonjakan laba ini diraih di tengah kondisi industri semen nasional yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski tingkat utilisasi masih berada di kisaran 53,9% dari total kapasitas industri sebesar 124 juta ton. Situasi tersebut tidak menyurutkan langkah perusahaan dalam menjaga pertumbuhan kinerja melalui strategi yang terukur dan efisien.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis.
“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Rizki, Kamis (30/4/2026).
Secara operasional, perusahaan mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, meningkat 1,4% secara tahunan. Kinerja ini turut mendorong pendapatan menjadi Rp2,56 triliun, atau tumbuh 3,6% year-on-year. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp358 miliar, naik 14,3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga terus memperkuat efisiensi produksi dan penggunaan energi melalui peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif. Upaya ini membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk pabrik di Lhoknga (Aceh), Narogong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah), serta predikat Gold untuk pabrik Tuban (Jawa Timur).
Proyeksi dan Ekspansi Bisnis
Mengacu pada proyeksi Asosiasi Semen Indonesia, permintaan semen domestik diperkirakan tumbuh sekitar 1%-2% sepanjang 2026. Momentum positif ini dimanfaatkan perusahaan untuk melanjutkan tren pertumbuhan melalui strategi pemasaran, efisiensi operasional, serta ekspansi pasar.
Salah satu langkah strategis yang tengah dipersiapkan adalah ekspor dari fasilitas produksi dan dermaga di Tuban, Jawa Timur. Dengan rampungnya pengembangan dermaga dan fasilitas pemuatan terintegrasi, perusahaan bersiap memasuki pasar internasional, termasuk Amerika Serikat. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus membuka sumber pendapatan baru yang lebih stabil.
“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetapi juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Rizki.
Selain ekspansi, perusahaan juga berkontribusi dalam sejumlah proyek strategis nasional. Di antaranya perbaikan Jalan Tol Pejagan–Pemalang dengan teknologi beton fast track yang memungkinkan pengerjaan hanya dalam tiga hari. Tak hanya itu, perusahaan juga terlibat dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara yang berlokasi di Subang, Jawa Barat.