Jakarta - Unggahan media sosial meramaikan ruang digital dengan narasi kritik hingga desakan mundur terhadap Presiden Prabowo Subianto menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Gelombang kritik terhadap kebijakan pemerintah dan pengelolaan anggaran tersebut berujung pada munculnya wacana keengganan sebagian pengguna media sosial untuk mengibarkan Bendera Merah Putih.

Polemik mengenai simbol negara ini kian mencuat setelah beredarnya video yang memicu dugaan aksi intimidasi terhadap seorang tukang cukur di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam tayangan video tersebut, seseorang tampak mempertanyakan alasan tukang cukur muda itu belum mengibarkan Bendera Merah Putih menjelang Hari Kemerdekaan.

Menanggapi isu liar di wilayahnya, Camat Rancabungur Dita Aprillia memberikan klarifikasi mengenai kronologi peristiwa tersebut.

Dita Aprillia menjelaskan bahwa saat kejadian berlangsung, jajaran kecamatan sedang menggelar aksi bersih-bersih jalan sembari membagikan Bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat sekitar.

Stok bendera gratis yang dibawa petugas telah habis saat menyisir area tempat usaha tukang cukur, sehingga pihak kecamatan sekadar memberikan imbauan lisan.

"Nah, pas di tukang cukur itu karena kan kita juga ya di Rancabungur tahu, oh tukang cukurnya masih muda, masih produktif, ramai juga di situ kan. Nah, waktu itu memang untuk di daerah situ saya sudah habis benderanya, jadi saya imbau gitu. Wah, ini belum pasang bendera, pasang ya gitu," kata Dita Aprillia saat memberikan konfirmasi kepada media (11/8).

Dita Aprillia menegaskan bahwa oknum yang terlibat perdebatan sengit dengan tukang cukur sebagaimana terekam dalam video tersebut bukanlah staf atau pegawai resmi Kecamatan Rancabungur.