Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas terkait dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Kepala BGN Sudaryono menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mencopot Kepala SPPG terkait untuk mendukung proses investigasi menyeluruh.

Langkah penyegelan dapur operasional dan pencopotan pejabat tersebut dilakukan sebagai bentuk tindakan administratif setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap hidangan MBG.

"Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya," kata Kepala BGN Sudaryono dalam Instagram resminya.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah keluhan kesehatan para siswa beredar luas di media sosial. Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya langsung mengevaluasi pelaksanaan program MBG dan tidak akan membiarkan unit pelaksana yang bermasalah beroperasi tanpa adanya sanksi tegas.

“Pokoknya kami cek, dapur kami suspend, kemudian kepala SPBG-nya kami copot,” jelas Sudaryono.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono sebagaimana dikutip Tirto pada Kamis, 13 Agustus 2026, merespons insiden yang terjadi di lapangan.

BGN memastikan proses investigasi mendalam terus berjalan guna mengetahui ada atau tidaknya unsur kesengajaan maupun pelanggaran prosedur oleh pihak pelaksana di Berastagi.