JAKARTA - Direktur Eksekutif Uchok Sky Khadafi secara resmi meminta Kejaksaan Agung untuk segera membuka penyelidikan terkait dugaan penyimpangan pengadaan jasa pengiriman kendaraan operasional pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Permintaan penyelidikan ini merupakan tindak lanjut atas temuan Center for Budget Analysis (CBA) mengenai anggaran fantastis pengadaan sepeda motor oleh BGN yang dilakukan pada tahun anggaran 2025.
Data CBA menunjukkan BGN melakukan pengadaan sebanyak 65.067 unit sepeda motor. Nilai total proyek pengadaan kendaraan tersebut dilaporkan mencapai angka yang sangat besar, yakni Rp3,2 triliun.
Uchok menilai terdapat kejanggalan serius pada alokasi anggaran jasa pengiriman motor tersebut ke seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, biaya tersebut merupakan pemborosan keuangan negara yang tidak lazim.
"BGN bukan hanya menghambur-hamburkan duit untuk memborong motor listrik, tapi juga membuang-buang duit untuk jasa pengiriman ke seluruh Indonesia," ujar Uchok dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Uchok memaparkan bahwa dalam praktik bisnis pengadaan kendaraan yang umum, biaya pengiriman biasanya sudah menjadi tanggung jawab pihak penyedia jasa atau dealer, bukan dibebankan kepada instansi pembeli.
"Anggaran jasa pengiriman ini aneh dan janggal. Biasanya bukan ditanggung oleh BGN, melainkan oleh pihak penyedia atau dealer motor," tegasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun CBA, nilai anggaran khusus untuk pos jasa pengiriman motor BGN pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp528,9 miliar, sebuah angka yang dinilai sangat rawan disalahgunakan.
"Anggaran sebesar ini bukan kecil. Ini patut diduga menjadi lahan korupsi yang empuk dan harus segera disidik," katanya.