DEPOK, wwb.co.id – Karyawan Toko Rumah Serba Ada (RSA) di Jalan Pekapuran Raya, Cimanggis, Kota Depok, mengaku kerap menerima teror berupa bangkai tikus tanpa kepala yang ditemukan di area toko. Teror tersebut menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas operasional usaha.
Billa dan Intan, staf yang rutin membuka toko setiap pagi, menyebut bangkai tikus sering ditemukan di depan pintu maupun area gudang. Terakhir, kejadian serupa terjadi sekitar tiga hari lalu.
“Mau buka toko sering banget ada bangkai tikus tanpa kepala,” ujar Billa, Senin (12/1).
Owner RSA, Tia Ocvaria Hinnarti, menambahkan bahwa tekanan tidak hanya berupa teror, tetapi juga hilangnya mobil bak milik toko. Kendaraan tersebut sempat diambil oleh seseorang yang mengaku dari pihak leasing, meski mobil dibeli secara tunai.
“Mobil itu cash, tapi diambil orang yang mengaku dari leasing. Karena itu kami lapor ke kepolisian,” jelas Tia.
Manajemen RSA menduga teror tersebut merupakan bentuk intimidasi yang bertujuan menghambat upaya pemulihan usaha. Menurut Tia, setiap langkah recovery kerap diiringi gangguan yang tidak wajar.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah mitra usaha menyatakan dukungan kepada manajemen RSA. Pada 9 Januari 2025, tujuh mitra mendatangi Polres Metro Depok untuk menyampaikan dukungan moral dan meminta kejelasan proses hukum yang sedang berjalan.
Kuasa hukum RSA, Arjo Pranoto, menegaskan bahwa RSA merupakan usaha nyata dan bukan fiktif. Ia menyebut laporan polisi berasal dari investor baru dan meminta proses hukum berjalan secara adil dan berimbang.
Manajemen berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan teror serta mempertimbangkan keberlangsungan usaha dan nasib para karyawan serta mitra yang masih aktif. (***)