Bogor, wwb.co.id - Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia menghadapi tantangan yang kompleks dalam menjaga kesejahteraan, keadilan, dan moralitas bangsanya. Dinamika sosial, politik, dan hukum yang terjadi sering kali menempatkan umat Islam pada posisi yang krusial, di mana pemahaman yang mendalam terhadap ajaran agama dan penerapan hukum yang berkeadilan menjadi sangat krusial.

Dalam sebuah kesempatan diskusi ilmiah bertema "Problematika Umat Islam di Indonesia: Perspektif Hukum dan Kebijakan Publik", yang diseleggarakan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAI Sirojul Falah Bogor, Pada Sabtu (08/08/2026). Para ahli menyoroti beberapa langkah strategis untuk menjawab tantangan ini. Artikel ini akan membahas pandangan Prof. Dr. Iwan Sumiarsa, S.H., M.H., M.A.P. tentang solusi berbasis ilmu agama dan sains.

Iwan Sumiarsa, dalam pandangannya, menekankan dua aspek penting bagi ketegaran umat Islam dalam menghadapi problematika zaman. Yaitu penggalian Ilmu Agama Bersumber Al-Qur'an dan Sunnah.

Ketegaran umat Islam hanya dapat dicapai melalui pemahaman agama yang kuat. Iwan Sumiarsa menyarankan agar umat Islam kembali menggali ilmu-ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW. Ini bukan sekadar retorika, melainkan kebutuhan mendesak untuk membedakan antara kebenaran hakiki dan disinformasi yang marak saat ini.

Dalam proses menimba ilmu, kedekatan dengan para ulama sebagai pewaris nabi menjadi sangat penting. Ulama adalah pembimbing yang dapat memberikan pandangan yang komprehensif dan kontekstual dalam memahami teks-teks agama.

"Agar kembali menggali ilmu-ilmu agama yg bersumber dari Al-Qur'an & Sunnah Nabi serta dekati para ulama untuk menimba ilmu sehingga ummat islam bisa tegar dalam menghadapi semua problematika ke ummatan." Ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan Sumiarsa menyoroti agar adanya Integrasi Pendidikan Agama dan Sains, Solusi yang lebih progresif adalah pentingnya menyeimbangkan pendidikan agama dengan pendidikan sains, termasuk penguasaan teknologi. Iwan Sumiarsa menegaskan bahwa tujuan dari integrasi ilmu ini adalah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengabdi kepada-Nya, dan memberikan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara tercinta. Kemampuan iptek harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup umat dan memperkuat kontribusi umat Islam dalam pembangunan nasional.

"Dalam pendidikan agama harus di barengi dengan pendidikan sience (pengetahuan termasuk tekhnologi) dengan tujuan untuk mengabdi kepada Alloh agar lebih dekat kepada Alloh, dan bisa memberikan manfaat untuk ummat, bangsa & negara tercinta," Imbuhnya.

Iwan Sumiarsa mengingatkan para pejabat dan aparat penegak hukum untuk kembali kepada tujuan mulia bernegara sesuai dengan Muqadimah UUD 1945, yaitu melindungi Segenap Bangsa.