Kuala lumpur, wwb.co.id - Prof. Dr. H. Iwan Sumiarsa S.H,,M.H,,PhD. menyampaikan relevansi konsep 4F yaitu Firman, Fatwa, Fikiran, dan Formula dengan Hukum Islam serta Hukum Pidana Indonesia saat penganugerahan gelar profesor in Law di Asean International University, Kuala lumpur, Malaysia. Pada Selasa,(04/08/2026).
Ia mengingatkan gagasan Tokoh Guru Bangsa Indonesia Prof. Dr. Muhammad Hatta mengenai konsep 4F yang dinilai sangat selaras untuk diterapkan dalam sistem peradilan pidana nasional.
Prof.Dr. H. Iwan Sumiarsa S.H.,M.H.,Ph.D bersama Prof. Dr. Drs. H. Mohammad Hatta, M.Si., MBA., Ph.D.
Dalam pemaparannya, ia menyampaikan 4F tersebut antara lain :
- FIRMAN : yg pertama harus jadi pegangan dalam hidup yaitu firman Alloh (Wahyu Alloh) untuk menjaga melindungi dan memelihara makhluknya.
- FATWA : Fatwa adalah anjuran dari ulama yag disarkan oada pengetahuan agama yg luas dan kesolehan nya (Pikirannya Penuh dengan ilmu dan Hatinya takut sama Alloh & menjaga sunnah Rasulullloh sehingga terikat gerak geriknya sampai keputusannya agar selaras dengan Qur'an & Sunnah Rasululloh)
- FIKIRAN : artinya bahwa Pikiran yg sehat adalah yg peka mampu memisahkan antara Haq &'Bathil juga pemikiran (Ra'yu yg selalu dibbing oleh Wahyu)
- FORMULA : adalah bentuk rumus atau metode untuk mengatasi masalah yg selaras dengan akal sehat dan fatwa ulama serta firman Alloh yg termaktub dalam Qur'anul Karim.
Menurutnya penerapan konsep 4F pada Hukum Pidana atau KUHAP Indonesia diyakini dapat menciptakan hukum humanis yang mencerminkan keadilan tanpa menghilangkan ketegasan.
"konsep 4 F ini jika dipakai pada Hukum Pidana atau KUHAP di Indonesia maka hukum yg berlaku akan humanis mencerminankan keadilan tapi tidak menghilangkan ketegasan," Jelas iwan.
Hal tersebut dibuktikan melalui prinsip kisas dan rehabilitasi atau diyat dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 178 yang sejalan dengan sila kedua Pancasila.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِى الْقَتْلٰىۗ اَلْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْاُنْثٰى بِالْاُنْثٰىۗ فَمَنْ عُفِيَ لَهٗ مِنْ اَخِيْهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ ۢ بِالْمَعْرُوْفِ وَاَدَاۤءٌ اِلَيْهِ بِاِحْسَانٍۗ ذٰلِكَ تَخْفِيْفٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌۗ فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١٧٨
