KOTA BOGOR, WWB.CO.ID  – Sebanyak 20 orang ibu rumah tangga (IRT) Warga Kampung Rancamaya RT 02/03, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, berjibaku memilah sampah anorganik.

IRT tersebut tergabung dalam Kelompok Bank Sampah Rumah Lestari untuk menjadi pengurus dan mengelola sampah di wilayahnya.

Ketua Bank Sampah Rumah Lestari, Siti Maemunah menjelaskan, kelopaknya baru berdiri sudah 6 bulan dan penuh dengan perjuangan yang sangat keras.

“Berdiri baru enam bulan, dan untuk legalitasnya baru tiga bulan. Untuk anggota berjumlah 20 orang itu merupakan kader PKK, Posyandu dan warga sekitar yang merupakan IRT,” ungkap Siti Maemunah kepada wartawan, Sabtu (22/10/22).

Menurutnya, mekipun lahan Bank Sampah berukuran 6 meter x 8 meter, namun bisa mengumpulkan sampah sebanyak 200 kg per RW. Adapun sampah yang ia kumpulkan dari warga itu yakni kertas, botol plastik dan duplek.

Tujuan dengan di bentuk bank sampah tersebut, dirinya ingin merubah mindset (pemikiran) warga untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan dan harus tetap menjaga lingkungan.

Akan tetapi, dirinya berupaya bagiamana caranya sampah itu menjadi nilai ekonomis.

“Penarikan sampah setiap seminggu sekali, sekali tarik bisa menghasilkan uang Rp 700 ribu hingga 1 juta, tergantung banyaknya sampahnya. Untuk saat ini kita masih fokus kepada sampah anorganik (ekonomis). Insyaallah kedepannya kita juga mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk,” harapnya.

Warga yang menyetor ke Bank Sampah Rumah Lestari, kata Siti, ada yang dalam bentuk tabungan ataupun langsung di bayar (cash) sesuai kebutuhan.