JAKARTA – Upaya diplomasi Indonesia dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah mendapat apresiasi dari Iran.
Namun di tengah situasi tersebut, beredar narasi di media sosial yang menyebut Iran menghina Indonesia dan menolak mediasi yang ditawarkan pemerintah RI.
Klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari 2026.
Situasi ini memicu balasan dari Teheran dan meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi eskalasi konflik regional.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna mendorong dialog antara Iran dan Amerika Serikat.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen diplomasi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
Presiden RI, Prabowo Subianto, bahkan menyatakan kesediaannya melakukan kunjungan diplomatik ke Teheran apabila kedua pihak membuka ruang mediasi.
Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk peran aktif Indonesia dalam upaya de-eskalasi konflik internasional.
Namun di media sosial sempat beredar narasi yang mengklaim Iran menolak mediasi Indonesia dengan pernyataan bernada merendahkan.