KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Peristiwa menimpa pelajar yang meninggal dunia akibat pembacokan oleh pelajar lain pada Jum’at (10/03/23). Menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi semua pihak terutama Aparat Penegak Hukum, Pemerintah dan Dinas terkait.

Hal tersebut disampaikan Calon Legislatif (caleg) DPRD Kota Bogor dari Partai PAN, Faisal Alatas kepada wwb.co.id, Senin (14/03/23).

Menurutnya, pihak sekolah, keluarga siswa dan juga Pemerintah Kota Bogor. Harus lebih masif lagi dalam melakukan pembinaan, terutama dalam bidang keagamaan.

“Jika dilihat dari kejadian itu, sebetulnya kurangnya pembinaan dari segi keagamaan sehingga terjadi aksi-aksi yang menimbulkan pertumpahan darah dikalangan pelajar,” tutur Habib Faisal Alatas ini.

Dirinya menduga lingkungan keluarganya para pelaku aksi tawuran itu tidak harmonis bahkan tidak adanya kedekatan orang tua dengan anaknya.

“Sebetulnya yang pertama dari rumah atau lingkungan keluarga, kalau misalkan anaknya itu nurut sama orangtuanya insya Allah pasti di sekolahnya juga akan nurut kepada gurunya,” terang Faisal.

“Akan tetapi, jika anak sudah melawan kepada orang tua, sudah pasti melawan kepada gurunya. Jika itu terjadi, pasti akan lebih mudah terpengaruh oleh teman-teman dan lingkungannya. “Jadi PR pertama sebetulnya dirumah, dari lingkungan keluarganya,” tambahnya.

Ia meminta pihak kepolisian menindak dengan tegas pelaku yang sudah menghilangkan nyawa agar ada efek jera. Karena kata dia, walaupun dilakukan oleh pelajar tetapi sudah melakukan hal kriminal.

“Jadi harus ada vonis-men ataupun hukuman yang setimpal supaya ada efek jera. Apa bila tindakan hukumnya lemah, tidak ada efek jera untuk semua pelaku,” katanya.