JAKARTA – Beredarnya narasi di media sosial yang menyebut sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) berada di ambang krisis akibat menipisnya stok batubara mendapat respons tegas dari pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) memastikan pasokan energi primer maupun kondisi sistem kelistrikan nasional tetap terkendali dan jauh dari klaim blackout nasional yang ramai diperbincangkan publik.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jabodetabek, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami gangguan pasokan listrik dalam beberapa hari terakhir. Sejumlah unggahan media sosial kemudian mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan krisis batubara, defisit daya sistem Jamali, hingga ancaman pemadaman bergilir berskala luas. Namun, pemerintah menegaskan bahwa gangguan yang terjadi lebih disebabkan faktor teknis sistem kelistrikan dan bukan karena kekurangan pasokan energi primer.

ESDM Tegaskan Gangguan Listrik Bukan Akibat Krisis Batubara

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memastikan bahwa hasil evaluasi sementara menunjukkan tidak terdapat indikasi krisis pasokan batubara yang menyebabkan gangguan kelistrikan di sejumlah wilayah Jawa. “Dari hasil evaluasi sementara, gangguan kelistrikan yang terjadi bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara. Sistem pembangkit masih memiliki pasokan energi yang cukup dan gangguan lebih mengarah pada aspek teknis kelistrikan,” ujar Dwi Anggia (11/6).

Pernyataan tersebut sekaligus membantah berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial terkait stok batubara pembangkit yang disebut-sebut berada pada kondisi kritis. Dwi menegaskan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan PLN guna memastikan sistem kelistrikan tetap andal dan kejadian serupa tidak berulang. “Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang,” kata Dwi Anggia.

Langkah cepat yang dilakukan ESDM dan PLN dinilai menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan listrik nasional sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap berjalan normal.

Cadangan Daya Sistem Jawa-Bali Masih Kuat

Narasi yang menyebut Jawa-Bali berada di ambang blackout juga tidak sejalan dengan data resmi pemerintah mengenai kondisi sistem kelistrikan nasional. Berdasarkan data Kementerian ESDM, sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali pada 2026 memiliki daya mampu pasok sekitar 51.608 megawatt (MW) dengan cadangan daya lebih dari 4.400 MW. Kapasitas tersebut menunjukkan sistem Jamali masih memiliki reserve margin yang cukup untuk menjaga keandalan pasokan listrik, termasuk menghadapi peningkatan kebutuhan pada periode beban puncak.

Wakil Menteri ESDM sebelumnya juga menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional melalui optimalisasi berbagai sumber energi, termasuk pembangkit listrik tenaga air yang berperan menjaga stabilitas jaringan di sistem Jawa-Bali. Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi kelistrikan nasional berada dalam status aman dan tidak terdapat indikasi resmi mengenai kondisi darurat kelistrikan sebagaimana yang dinarasikan sebagian pihak.