DINAMIKA NEWS – SMP Muhammadiyah Rawalo (MUHAMRA), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui kegiatan outing class bagi siswa kelas VIII dan IX. Kegiatan bertajuk “Edutrip MUHAMRA Goes to Purbalingga” ini dilaksanakan pada Ahad (25/1/2026) dengan pendampingan lima guru.
Outing class ini dirancang sebagai sarana pembelajaran luar ruang yang menyenangkan sekaligus bermakna. Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kebersamaan, kemandirian, kedisiplinan, serta kerja sama antarsiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengunjungi tiga lokasi edukatif di Kabupaten Purbalingga. Lokasi pertama adalah Gua Lawa di Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja. Di tempat ini, siswa mempelajari konservasi alam, pentingnya menjaga kelestarian gua, serta mengenal sejarah terbentuknya stalaktit dan stalagmit.
Destinasi kedua adalah Masjid Cengho di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet. Kunjungan ini menjadi media pembelajaran toleransi beragama, keberagaman budaya, serta sejarah akulturasi budaya Tionghoa dan Islam yang tercermin dari arsitektur masjid bergaya pagoda yang unik.
Sementara itu, lokasi ketiga adalah Owabong Waterpark di Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari. Di tempat ini, siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga mendapatkan pembelajaran tentang pelestarian sumber daya air, ekosistem air, serta praktik olahraga renang yang melatih keberanian dan kedisiplinan.
Guru Olahraga SMP Muhammadiyah Rawalo, Rizki Aji Kurniawan, yang turut mendampingi kegiatan, menjelaskan bahwa pembelajaran renang di Owabong memiliki nilai edukatif yang kuat.
“Kegiatan renang tidak hanya mengajarkan teknik, tetapi juga melatih keberanian, disiplin, dan kerja sama siswa. Konsep belajar sambil bermain membuat mereka lebih antusias dan mudah memahami materi,” jelasnya.
Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah Rawalo, Murtafingah Ekaningrum, S.Pd., menegaskan bahwa outing class merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran sekolah.
“Outing class bukan sekadar rekreasi, tetapi sarana pembelajaran karakter. Melalui pengalaman langsung, siswa belajar tentang konservasi alam, toleransi budaya, serta disiplin dalam berolahraga. Ini menjadi upaya membentuk siswa yang berakhlak, tangguh, mandiri, dan mampu bekerja sama,” tuturnya.