KOTA BOGOR, WWB.CO.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor mengimplementasikan program Dukcapil Goes to School. Hal tersebut sebagai wujud keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mempermudah pembuatan identitas kependudukan E – KTP terutama bagi pelajar.

Kabid Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bogor Mugi Lastono, S.Sos.Ip mengatakan bahwa hal tersebut sebagai bagian dalam upaya mempermudah pelayanan dengan melakukan gerakan jemput bola melalui program Dukcapil go to school sebagai langkah melengkapi kepemilikan KTP bagi pelajaran yang berusia 17 tahun keatas.

“Ini merupakan program arahan dari Dirjen Kemendagri agar Dukcapil kota Bogor mengimplementasikan kepemilikan KTP bagi pemilih pemula dengan data yang diperoleh sebanyak 22 ribu pemilih pemula yang belum memiliki KTP,” ungkapnya.

Melalui program ini, kata dia, Kota Bogor mempersiapkan perekaman di Sekolah dan pencetakan bagi para siswa yang berusia 17 tahun sehingga sangat membantu dan berguna bagi para siswa.

Kabid Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Bogor Mugi Lastono, S.Sos.Ip

“Makanya diperlukan perhatian khusus bagi para pelajar yang merupakan para wajib KTP atau pemilik KTP pertama. Alasannya blanko E-KTP semakin hari semakin langka, wajib KTP bagi para wajib KTP pemula karena ketika menginjak 17 tahun mereka masuk kategori orang dewasa yang akan mengurus untuk keperluan SIM, ke Bank, NPWP, Pasport dan yang lainnya. Selain itu juga akan masuk dalam kategori pemilih pemula ketika menjelang Pemilu Serentak pada tahun 2024 nanti,” tutur Mugi.

Program jemput bola ini, lanjutnya, diharapkan memberikan kemudahan bagi para siswa SMA atau sederajat sehingga tidak perlu mengganggu waktu mereka belajar dengan meliburkan diri untuk mengurusnya.

Melalui program ini, masih kata Mugi, Kota Bogor mempersiapkan perekaman di sekolah dan pencetakan bagi yang berusia 17 tahun sehingga sangat membantu dan berguna bagi para siswa.

“Karena KTP tersebut nantinya akan berguna untuk pembuatan SIM dan Rekening tabungan bagi siswa yang sudah berusia 17 tahun,” pungkasnya.