DINAMIKA NEWS– Ketua Mitra Ruhay, R. Mursid, melakukan monitoring sekaligus pendampingan pengelolaan sampah di Bank Sampah Mandiri (BSM) RW 03 Desa Sukatani, pada Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Desa Sukatani, Suhendar, yang akrab disapa Hamim. Ia menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan Bank Sampah Mandiri RW 03 yang dinilainya sebagai pelopor pengelolaan sampah terpadu di wilayah Desa Sukatani.
“Bank Sampah Mandiri RW 03 menjadi contoh nyata bagaimana persoalan sampah dapat dikelola secara terpadu, produktif, dan melibatkan partisipasi warga,” ujar Kades Hamim.
Sementara itu, Ketua RW 03 Desa Sukatani, Andri Suhendri, yang juga menjabat sebagai Direktur Bank Sampah Mandiri, menjelaskan bahwa pengelolaan BSM mendapat dukungan penuh dari para Ketua RT di wilayah RW 03. Operasional bank sampah tersebut dibantu oleh sedikitnya tujuh orang petugas yang bertugas melakukan pengambilan serta pemilahan sampah dari beberapa tempat cafe di Summarecon dan rumah warga.
Tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, Bank Sampah Mandiri RW 03 juga mengembangkan program lanjutan berupa budidaya perikanan dan produksi pupuk organik melalui budidaya maggot dan komposter, yang memanfaatkan limbah organik sebagai bahan baku utama.
Dalam kesempatan monitoring tersebut, Ketua Mitra Ruhay R. Mursid juga memberikan pelatihan kepada para ibu-ibu di sekitar Bank Sampah Mandiri. Pelatihan ini meliputi pembuatan eco enzim dan sabun organik sesuai standar, dengan memanfaatkan limbah organik yang tersedia di bank sampah.
“Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berhenti pada pemilahan, tetapi juga mampu menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar R. Mursid.
Lebih lanjut, Kades Hamim mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Sukatani mendukung penuh keberadaan Bank Sampah Mandiri RW 03. Ke depan, pihak desa juga berencana mengaktifkan kembali program ketahanan pangan, dengan pengembangan hidroponik dan aquaponik yang dipadukan dengan budidaya ikan lele.
Dengan sinergi antara masyarakat, pengelola bank sampah, pemerintah desa, dan pendamping, diharapkan pengelolaan sampah di Desa Sukatani dapat menjadi model pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.*


